11 October 2020

Korupsi Dibuang Sayang


Sejak jaman orde baru, satu generasi rakyat indonesia yang sudah diwarisi dengan budaya korupsi. Memperkaya diri, suap menyuap, pungli, dan sejenisnya sudah mendarah daging, sudah menjadi tindakan yang dianggap biasa secara umum dengan bermacam dalih.

Dan itu masih terjadi sampai sekarang. Rumitnya birokrasi di pemerintahan, menjadi salah satu warisan sumber korupsi. Bikin KTP, bikin akta, bikin perizinan, bikin ini bikin itu. Dari situ munculah istilah " Sebagai rasa terima kasih ", uang kadeudeuh, uang roko, uang bensin, dan sebagainya.

Masalah masalah seperti itu, sekarang sudah mulai diperingkas, dipercepat, dipermudah, bahkan bisa dilakukan secara online. itu semua bertujuan agar lingkaran setan korupsi bisa berkurang, sukur2 hilang. Karena kenyataanya, hukuman kurang efektif memberantas korupsi.

Namun tindakan apapun tentu memiliki konsekwensi, contohnya dalam proses perampingan birokrasi ini, terutama dari orang orang yang tidak setuju dan menentang.
Siapa mereka.!?
Siapa lagi kalau bukan mereka yang selama ini biasa menikmati salam tempel, uang kadeudeuh, uang rokok, dll.
Bila terjadi perampingan, bisa dipermudah, maka otomatis pendapatanyapun akan hilang.

Intinya, mereka ingin budaya korupsi itu tetap ada. Kalaupun harus dihukum, maka hukum sajalah koruptor kelas kakap, kalau koruptor kelas teri seperti saya mah jangan.. haha..

Menganggap Benar Walau Tahu Itu Hoax.!? Ini Sebabnya..

Dulu saat saya masih kecil, saya sering menyangka kalau petir itu ada karena Tuhan sedang marah. Karena memang begitulah informasi yang saya terima dari yang tua tua.

Namun setelah sekolah, stelah belajar IPA dan di kasih tahu guru, saya jadi tahu yang sebenarnya kalau petir itu akibat perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainya.

Itulah yang dinamakan lonjakan kepribadian, ini tentu akan sangat mempengaruhi pada sikap dan kesadaran saya. Dan itu semua karena pengetahuan.

Namun memang daya tangkap pengetahuan orang itu berbeda-beda, ada yang cepat, ada yang lambat, bahkan ada yang tidak menangkap sama sekali.
Contohnya seperti orang yang termakan hoax, walaupun sudah di klarifikasi dan diberi penjelasan,  tetap saja hoax itu dianggap benar.

Ini mirip kerbau dicucuk hidung, kesadaranya hanya mutar mutar saja disepanjang rentang tali.
Kasihan ya...

Saat Nalar Mati Oleh Omnibus Law

Saat Nalar Mati Oleh Omnibus Law
_____________

Berkumpulnya dosen, guru besar, dan sejenisnya dalam sebuah wadah, itu bukan sebuah ukuran bahwa pemikiran wadah itu sudah benar. Konteksnya sangat berbeda, dosen atau guru besar itu hanya menunjukan bahwa tingkat pendidikan formal mereka tinggi, bukan menunjukan sebuah kebenaran.

Karena faktanya banyak juga dosen, akademisi, dan kaum intelektual lainnya yang mendukung Omnibus Law.
Jadi ini hanya masalah penafsiran.
Orang bisa menafsirkan apapun sesuai daya tangkap dan nalarnya, bukan status atau pekerjaanya. Apa lagi jika tafsir yang dibuatnya sudah terkontaminasi oleh kepentingan, segala daya mati seketika.

Tidak percaya.!?
Tidak sedikit dosen dan guru besar yang terpapar radikalisme di negeri ini, itu hasil dari penafsiranya tentang ayat jihad. Dan itu mereka anggap benar walau menurut yang lainya salah.

Tapi omnibus law itu rancangan manusia, bukan rancangan Tuhan seperti ayat jihad.
Anda bisa menanyakan langsung apa maksud yang tertulis dalam omnibus law. Karena hanya perancang, dan pembuatnya yang tahu.

Tinggal masalahnya, mau menerima penjelasan atau tidak. Itu kembali pada pribadi masing masing. Bukan pribadi dosen atau guru besar. Kecuali jika nalar anda memang benar benar sudah mati dan tak mampu beralasan.
Itu berarti judul tulisan ini sudah tepat.

Roberto Taohids


13 February 2020

Betulkah Agama Musuh Pancasila.!?


Semua orang faham kalau PKI itu musuh Pancasila. Disebut musuh karena PKI ini di sinyalir ingin menggulingkan Pancasila, dan mengantinya dengan ideologi komunis.

Kalau berbicara ISIS, itu terlalu jauh. Karena ISIS itu berada di Suriah sana, mereka tidak atau belum sempat beraksi di Indonesia, sedang polanya sama seperti PKI yaitu ingin menggulingkan demokratik Suriah sebagai pemegang kekuasaan yg sah disana. Dan semua orang tahu, ISIS itu barafiliasi pada ideologi agama, mereka ingin menciptakan negara bersyariah Islam.

Sedang yang ada di Indonesia dan jarang disebut sebagai musuh Pancasila yaitu HTI atau Hizbut Tahrir Indonesia. Walaupun sudah di bubarkan, tapi tokoh-tokoh HTI ini masih bebas mendakwahkan tujuanya menciptakan negara bersyariah dengan hukum Islam secara kaffah. Mereka masih bisa berdakwah karena HTI hanya dibubarkan secara administrasinya saja, hukum keorganisasianya saja yang dibubarkan, sementara aggotanya tidak dijerat pidana seperti anggota PKI yang langsung dibabat habis.

Sel-sel HTI inilah yang terus bersuara menegakan Khilaffah Islamiyah dan melawan Pancasila sampai sekarang. Melalui narasi Idelogi thogut kafir sampai dikatakan pancagila terus mereka dakwahkan.

Dulu pernah muncul DEWAN REVOLUSI ISLAM. Mereka adalah sekelompok minoritas yang mengaku mayoritas. Padahal 2 Mayoritas Islam di negeri ini yaitu NU dan Muhamadiyah sangat menghormati Pancasila. Sedang ormas minoritas ini, justru malah inggin mengganti Ideologi Pancasila dengan Sistem khilafah.

Bahkan mereka ini sudah memiliki susunan kepengurusan pemerintahan yang mereka usung. Dari mulai kepala negara sampai menteri-menterinya, walau sebagian lainya sudah tobat dan jadi orang penting dipemerintahan sekarang.

Dari sinilah cikal bakal agama sebagai musuh Pancasila. Padahal Pancasila tidak pernah memusuhi agama.

Sallam NKRI 55,5 stress
Roberto Taohids

22 January 2020

Dongeng Sunda Wa Kepoh - Si Rawing Bag.3

Dongeng Sunda Wa Kepoh - Si Rawing Bag.1

Dongeng Sunda Wa Kepoh
Si Rawing - Karya Yat.R
Bagian ka 3