06 November 2013

Cara Jitu Agar Pemimpin Mau Berpikir

Taopik Hidayat_06 November 2013

Ada 2 cara untuk mendongkrak kualitas kerja seorang pemimpin dalam mengayomi dan tentunya agar mau berpikir tentang kemauan Rakyatnya.
  • Pertama dengan cara memberikan medali penghargaan seperti SBY yang menerima World Statesman Award dari organisasi Appeal of Conscience Foundation (ACF).
  • Kedua dengan cara kritiikan, atau lebih populer disebut DIDEMO.

Hahah..


Cara pertama biasanya tidak selalu murni, itu menurut saya.
Karna Kebanyakan dilakukan hanya karna basa-basi dan gombalisme politik dengan tujuan tertentu. Walau memang bukan tidak ada yang betulan juga.

Tapi cara kedua, menurut saya biasanya selalu murni.
Jarang orang berdemo, atau orang mengkritisi dilakukan dengan bersandiwara.
Iya kan.?

Nah, bila anda seorang Pemimpin, kira-kira mana yang lebih anda sukai.?
Penghargaan basa-basi atau teriakan spontan para pengkritisi dan demonstran.?

Saya kasih tahu anda, bila anda suka Penghargaan basa-basi, maka ambisi anda akan
selalu merindukan sebuah pujian, tak peduli itu hanya sebuah bahasa yang basi.
Walaupun anda tahu kerja anda dungu, Tapi gara-gara penghargaan, anda sampai tidak sadar, dan akhirnya terbuai dalam indahnya kedunguan.

Tapi bagaimana jika kerja anda saya kritisii begini :
“Walah bos, kerjanya masih jauh dari bagus bos.
Masih mentah. Baik dari program perencanaan apalagi teknik pelaksanaannya.
Masih ortodoks bos”

Akibatnya tentu saja anda menjadi tersentak kan.?

Lantas anda jadi penasaran ingin membalas Kritikan itu dengan cara kreatif.
Yaitu belajar dan berlatih lebih kreatif lagi demi meningkatnya kualitas kerja.
Tapi memang tidak tertutup kemungkinan juga anda malah langsung terkapar karena tidak tahan menerima kritik pedas saya tersebut.

Tapi itu kan salah anda, Kenapa tidak siap dikritik..!??
Sebuah profesi kalau ingin lebih berkembang, banjir krtitik itu sebuah keharusan.
Lihat saja karir Jokowi, Jokowi di percaya dan di akui semua orang karna kritikan-kritikan yang di terimanya, bukan dengan puja-puji, akibatnya coba kita lihat sekarang, kalau kerjanya Dungu, Jokowi takan pernah menjadi Gubernur DKI.

Iya kan.?

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.