20 April 2014

Membuang Tulisan Adalah Blunder Seorang Penulis

Unknown_20 April 2014

Suatu hari, saya pernah kesasar kesebuah group Facebook, Kalau tidak salah namanya Komunitas Bisa Menulis. Group tersebut adalah besutan penulis Asma Nadia, Agung Pribadi, Dan Isya Alamsyah. Saat itu kebetulan ada tulisan dari sensei Isya Alamsyah dengan topik " MEMBUANG SEBAGIAN TULISAN ".

Dengan percaya dirinya beliau menulis, Berapa adegan dalam pembuatan film yang dibuang sebelum film tersebut bisa tayang Begitu juga saat kita membuat sebuah tulisan, Membuang tulisan sebelum di publikasikan katanya sangat penting bagi penulis. Bahkan Asma Nadia dan Agung Pribadi-pun pernah melakukanya.

Menurut saya, itu adalah sebuah blunder dari sang Sensei.. Karena membuang sebagian hasil tulisan adalah pekerjaan sia-sia. Maksudnya, Sebelum dibuang, tulisan tersebut pastinya ditulis. Dan menulis sebuah tulisan sia-sia, adalah pekerjaan penulis sampah. Karena apa yang dia hasilkan adalah calon isi tong sampah.

Bila beliau menjadi sutradara, dan saya sebagai Produsernya, Saya akan langsung memecatnya. Karena saya tidak mau rugi, Oleh pembuatan adegan sia-sia yang akhirnya harus dibuang.
Beda dengan tulisan ini, Saya bahkan tidak pernah mengedit sebelum akhirnya saya publikasikan. Apalagi harus membuang Karena semua huruf-huruf yang saya susun menjadi sebuah kerangka tulisan, Tidak pernah bertele-tele, sia-sia, lalu terbuang percuma. Tapi ringkas, bergizi tinggi dan langsung tonjok.

Betul tidak..?

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.