02 May 2014

Tips Untuk Para Penjual Pecel Lele Lamongan

Taopik Hidayat_02 May 2014

Saya adalah penggemar kuliner Pecel Lele dan Ayam Goreng Lamongan.
Penyebabnya karena apa yang dihidangkan masih Fresh.
Apalagi lele, yang memang masih dalam keadaan hidup sebelum diolah.

Seperti barusan,
Saya baru saja beres menyantap makanan Vaforit saya tersebut.
Sambil menyantap Pecel Lele iseng saya ngobrol dengan pedagangnya.
Sebab setelah menghidangkan pesanan saya,
Saya lihat dia selalu melamun...

" Kenapa Mbak, dari tadi saya lihat kok melamun terus.? "

" Hmm.. enggak Mas, ini... akhir-akhir ini dagangan saya selalu tersisa banyak "

" Masa Mbak, padahal disini kan tidak ada saingan. paling Rumah makan Padang sama warteg yang ada di seberang sana.
Lagian jam segini kan jualan mereka sudah mulai habis.."

" iya mas, saya juga heran, padahal 2 minggu yang lalu dagangan saya selalu habis."

" mungkin karena pelayanan Mbaknya kali yang berubah.? " tanya saya.

" Ah... mbak rasa biasa-biasa saja, nggak ada yang berubah mas.." jawabnya.

" begini mbak, saya hanya ngasih saran saja,, tapi maaf sebelumnya.."

" O iya mas, nggak apa-apa.."

" Menurut saya, sepinya dagangan Mbak karena apa yang mbak sajikan kurang memuaskan para pembeli.. "

" O.. ya,, memangnya kenapa mas.? "

" coba sekarang mbak lihat, masalah Menu utama yang mbak sajikan memang biasa, artinya umum dengan pedagang Pecel Lele lainya.
Namun masalahnya lalapan yang mbak sajikan sangat minim sekali.
Masak saya cuma dikasih kol 2 lembar sama Timun 2 iris..
Belum lagi sambalnya, yang banyak malah minyaknya.

Seorang pembeli akan ketagihan pada apapun yang disajikan,
Bila kesan pertama yang di dapat dari apa yang disajikan pedagang dinilainya bagus.
Apalagi ini menyangkut makanan pokok,
Orang yang sedang lapar, apapun memang bisa dimakan.
Namun lalapan dan sambal,
Dimanapun akan selalu menjadi nilai tambah tersendiri terhadap menu utama.
Lalapan itu murah lho, namun efeknya,
Saya kadang sengaja menuju rumah makan,
Hanya karena lalapanya yang dihidangkan,
Bahkan saya sampai rela menahan lapar demi menuju warung tersebut.
Itulah dahsyatnya kesan lalapan, apalagi bila ditambah sambal yang betul betul terasa sambal.
Saya tidak pernah risih untuk makan walau itu saya dapatkan di warung kaki lima.
Begitu kira-kira Mbak.."

" Begitu ya mas..? "

" Iya mbak.."

" terima kasih saranya mas,, besok akan saya coba menyajikan banyak lalapan."

" Iya, sama-sama mbak.. "

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.