31 July 2014

Dari Allah Kembali Ke Surga.?

Taopik Hidayat_31 July 2014

Dalam kepercayaan umat islam,
Ada suatu keyakinan yang tertanam dalam sanubari setiap umatnya
Dimana disitu disebutkan bahwa kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah.
Dalam bahasa Arabnya tertulis Inalillahi waina illaihi rhozi'un.

Namun kalimah diatas, yang berlaku dalam kehidupan kongkrit setiap penikmatnya
Sudah sangat jauh melenceng.
Dimana kalimat asal dari Allah kembali ke Allah,
Hanya berlaku dalam konteks saat terjadi musibah, atau saat menemui orang yang meninggal.
Penyebabnya, dalam menafsirkan kalimat tersebut kita hanya menggunakan otak, tidak menggunakan akal.

Contoh kasus,
Ini pernah terjadi pada diri saya sendiri.
Suatu saat, Saya bertemu dengan beberapa orang pemuda yang menggotong sebuah keranda.
Karena di tutupi oleh karung, secara refleks saya mengucap Inalillahi waina illaihi rhozi'un.
Setelah dekat, saya bertanya pada salah seorang pemuda tersebut.
" siapa yang meninggal kang.? "
" tidak ada kang, ini keranda dibawa cuma mau di perbaiki ". jawab pemuda tersebut.

Karena kejadian tersebut, saya jadi berpikir
Kenapa kalimah sakti tersebut menjadi tidak relevan, dan salah sasaran.?
Lalu saya kembali kepada fitrah saya, bahwa saya adalah tempatnya salah dan benar
Lalu saya kembalikan juga kepada Allah, bahwa Allah maha benar dengan segala Firman-Nya.
Allah tak mungkin salah berfirman, tapi saya yang salah berpikir.

Dan Akhirnya saya sadar,
Bahwa kalimat Asal dari Allah Kembali ke Allah.
Konteksnya bukan hanya saat saya menemui bencana atau kematian.
Tapi berlaku juga pada prilaku yang kita kerjakan selama hidup,
Harus kembali pada kemaha benaran.
Agar apa yang kita kerjakan, menjadi rahmat bagi alam,
Agar alam menjadi surga nyata bagi kita
Bukan malah menjadi laknat bagi alam.
Dan menjadikan Alam sebagai Neraka Kita

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.