10 November 2014

Cara Menyikapi Omongan Kritikus Otak Kosong

Taopik Hidayat_10 November 2014

Banyak orang yang menganggap, bahwa ngomong itu gampang. Yang susah adalah pelaksanaanya.
Betulkah begitu..? Dan jawaban saya, tidak..!
Memang, ngomong itu gampang. Sangat gampang sekali. Saking gampangnya hingga banyak orang yang ngomong asal jeplak. Artinya ngomong tanpa isi, atau tanpa makna. betul, ngomong itu gampang bila apa yang mereka omongin hanya berlevel omong kosong.

Padahal ribuan orang yang rela melahap bangku sekolah dalam jangka waktu yang lama, hanya demi untuk menjadi seorang ahli ngomong. Sebut saja misalnya Orator, ahli pidato, kritikus, dan sebagainya. Jadi sebetulnya ngomong itu tidak semudah yang di omongkan, ada cara dan ilmunya juga.

Misal, anda harus tahu iramanya, penekananya, cara penyampaianya, ritmenya, dan yang paling penting sebelum berbicara, anda harus tahu dulu apa yang anda omongkan. artinya otak anda tidak boleh kosong. Harus paham seluk beluk topik yang anda omongkan. kalau tidak, anda malah akan terlihat seperti ngomel-ngomel, itulah sebabnya kenapa omongan orang seperti mereka tidak pernah didengar.

Namun bila anda sudah mampu menguasai ilmu bicara, selain di dengar, apa yang anda omongkan akan selalu diturut dan di ikuti oleh orang lain. bahkan banyak orang yang rela mati hanya karena sebuah omongan. Buktinya, berapa ratus orang yang sudah mati hanya karena omongan Nurdin M Top.?
Berapa banyak orang yang bisa direkrut menjadi teroris hanya karena omongan rekrutmen kelompok sparatis..?
Berapa ribu orang yang menjadi korban omongan seorang Hypnotiser..?
Berapa juta orang yang bisa menangis hanya karena omongan seorang penceramah..?
Berapa milyar orang yang patuh pada omongan seorang Nabi Muhammad..?

Makanya ada peribahasa yang mengatakan bahwa diam itu emas, dan memang betul. Bila anda bukan ahli dan belum tahu ilmunya bicara, maka lebih baik diam. dari pada anda berbicara tidak jelas, lalu  malah menjadi bahan cibiran orang.

Namun sayangnya, masih banyak orang yang belum sadar pada pemetaan omongan segamblang ini. artinya, masih banyak orang yang tidak merasa salah walaupun omonganya salah. Karena kebanyakan mereka hidup diantara orang orang yang omonganya salah juga.

Lalu bagaimana caranya melihat ciri ciri orang yang omonganya benar..?
Caranya sangat mudah sekali, bila anda mampu membantah omongan yang saya tulis ini, maka apa yang saya omongin ini salah. Namun sebaliknya bila anda tidak mampu membantah, maka itu artinya....
Tahu sendiri lah....
Haha...

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang , :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.