15 March 2015

Multi Tafsir Qur'an

Taohids Channel_15 March 2015

Bismillahirahmanurahiim.

Saat ini saya tidak berbicara sebagai Ulama Atau Ustadz, di sini saya berbicara sebagai preman pasar yang ingin mencoba mewacanakan tentang tafsir Qur’an.
kenapa saya harus berbicara sebagai preman pasar..?
karna kadang bahasa preman lebih bisa diterima dan di pahami umum dari pada bahasa Ustadz.

Baiklah, saya takan bertele-tele, Tafsir Qur’an adalah terjemahan ayat-ayat Qur’an kedalam bahasa masing-masing kaum, suku, atau bangsa agar dapat di pahami isi yang terkandung di dalamnya, dimana bahasa aslinya adalah Bahasa Arab.
Karna satu-satunya media untuk menuju rasa adalah bahasa, bacaan Qur’an anda tentu akan sia-sia bila anda tak tahu arti bahasa arab yang anda baca, sebab itu takan sampai pada rasa anda.

Bila saya orang sunda, dan berkata pada anda orang Batak yang tak mengerti bahasa sunda, tentu anda anteng-anteng saja, walaupun saya sebenarnya marah pada anda. tak ada rasa disana, sebab anda tak mengerti bahasa saya.

Tafsir adalah buatan manusia, maka tak heran juga bila terjemahan Qur’an bisa menjadi multi tafsir dalam pemahaman tiap bahasa. Contohnya, terjemahan Bahasa Inggris kadang tak sama maknanya dengan Bahasa Indonesia.
Maka dari itu, untuk memahami benar kalimah, arti, dan maknanya, anda harus mampu menguasai ilmu Tajwidz dan hukum membaca Al-qur’an lainya. bila tidak, pemahamanya mungkin seperti yang terjadi sekarang pada umat muslim. kata Si A begini, kata Si B begitu. dampaknya tentu bisa menimbulkan perselisihan, dan pergesekan antar umat, dll.

Saya ambil contoh Al-qur’an Ibn Kathir yang di terjemahkan oleh DEPAG-RI dibawah ini.:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ yang artinya :
" Segala puji bagi Allah, Tuhan segala alam."

Apakah menurut anda terjemahan ini sesuai dengan maknanya..?

sekarang silahkan lihat terjemahan Qur’an dalam bahasa sunda yang berarti
” sadaya puji kagungan Allah, nu ngariksa sadaya alam “.

Bila terjemahan bahasa Indonesia di atas, di sadur kembali kedalam bahasa Sunda, maka artinya menjadi:
” sadaya puji kanggo Allah, Pangeran sadaya alam “…

Segala puji bagi Allah, yang jadi pertanyaan, punya puji dari mana anda hingga membaginya kepada Allah..?

Sekarang coba anda baca lagi yang versi sunda..
” sadaya puji kagungan Allah “, segala puji milik Allah. segalanya puji, karena semua milik Allah.

“Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).” (Qs. Al-Maidah [5]: 18).

Bila semua milik Allah sudah dipuji, maka akan ” ngariksa sadaya alam “.

Jadi yang menjaga alam ini Bukan lagi Allah, tap puji-Nya. Untuk apa Allah maha segalanya bila mengurus alam saja harus turun tangan sendiri, untuk apa ada Rhasul, Nabi, Islam, robuna, ada malaikat, angin, air, api dll.?

“WAMA ARSALNAKA ILLA RAHMATAN LIL’ALAMIN “
(Dan tiadalah Kami (Allah) mengutus engkau (Muhammad), kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam) (QS. Al-anbiya’ :lO7).

” SEGALA PUJI MILIK ALLAH, MAKA AKAN MENDATANGKAN RAHMAT BAGI SELURUH ALAM, SEPERTI YANG DISEBARKAN NABI BESAR MUHAMMAD SAW “.

Inilah kajin tentang Tafsir Qur’an menurut pendapat preman pasar. saya tak bermaksud agar tulisan ini anda ikuti, karna ini hanya sebuah pendapat.
Pendapat seorang preman pasar.

Terima kasih

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang :