15 March 2015

Sebab Indonesia Bermental Tempe

Taohids Channel_15 March 2015

Sebetulnya, mental orang Indonesia itu sangatlah kuat. Terutama dalam istilah “Budaya Timur-nya”. Orang Indonesia sangat kuat dalam Tradisi Budaya, Budaya malu, Budaya Kebersamaan, Budaya Kerukunan, Budaya Musyawarah, juga Budaya Gotong Royong. Dan walau berbeda-beda Suku, beda bahasa, beda ras, beda agama, Namun mental persatuan dalam panji NKRI, sangatla pantas untuk di banggakan di hadapan mata dunia. Tapi itu dulu..
Lantas sekarang bagaimana..?

Menurut saya, Mental tersebut sudah tidak ada, mulai melemah ditindas waktu dan kemajuan jaman. Bukan tanpa sebab, hal tersebut terjadi salah satunya karena runtuhnya bangunan moral. Dan yang paling utama adalah karena rata-rata orang Indonesia sudah mengadopsi paham devide et impera. Atau politik adu domba yang di wariskan oleh bangsa luar dengan berbagai cara. Lalu kita, menempatkan paham tersebut pada setiap komponen kehidupan. Terutama, tentu saja pada politik pemerintahan, lalu pada sosial, budaya, bahkan agama.

Akibatnya setiap komponen individu masyarakat kita, selalu saja memelihara sikap sentimentil. Sedikit saja celah terbuka pada komponen sensitivitas individual tersebut. Maka pecahlah rasa persatuan yang ada, dengan atas nama sentimentil agama, sosial dan budaya. Sayangnya politik pemerintahan malah memanfaatkan sikap sentimen tersebut demi keuntungan pribadi dan golongan.

Maka tak heran, jika bangsa ini agak sulit untuk menembus batas level kemajuan.
Karna yang banyak di kerjakan oleh berbagai komponen masyarakat dan pemerintahan,
Adalah hanya sebatas dunia sentimentil dalam arena perdebatan dan perang wacana.
Bukan pada REAL ACTION.

Tidak salah, Bung Karno pernah mengatakan:
Bahwa mental kita itu mental tempe.
Yang ke-eksisanya bergantung pada import kedelai.
Tanpa mampu berdiri sendiri dengan mental kuat budaya timur, yang super kaya.

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang :