09 March 2015

Sebab Saya Mengkritik Islam Habis Habisan

Momos Fobetor_09 March 2015

Pendahuluan

Sebagai umat muslim, sebetulnya saya ini sangat mencintai islam. Alasanya selain karena saya seorang muslim, saya juga yakin berdasarkan apa yang saya pelajari bahwa Islam itu adalah sebuah ajaran dengan konsep keselamatan yang sesungguh-sungguhnya.

Lalu kenapa setiap saat saya selalu saja mengkritik, bahkan menurut sebagian muslim lainya saya ini disebut sebagai penghujat Islam..?
Dan jawaban saya, inilah salah satu bentuk kecintaan saya terhadap Islam.
Sederhananya begini, orang tua tidak akan pernah memarahi anaknya bila sikap anak tersebut tidak melenceng dari rel rel dan norma kehidupan, artinya bila sianak tidak nakal orang tua tidak mungkin memarahinya. Kalaupun si orang tua memarahi atau bahkan sampai memukul anaknya, tentu dengan alasan. Misalnya bisa saja si anak itu sikapnya bandel, nakal, selalu melawan kepada orang tua, menyusahkan orang tua, dan seterusnya. Itu semua berlaku bagi semua orang tua, yang menyayangi dan mencintai anaknya.

Dari penjelasan sederhana ini, sekarang kita bisa menyimpulkan bahwa orang tua memarahi anaknya karena memang mereka sayang dan mencintai anaknya. Ini sama dengan bentuk kecintaan saya terhadap Islam. Maka saya akan terus dan terus mengkritik umat Islam yang bersikap Degil, keras kepala, nakal, radikal, dan seterusnya.

Motivasinya, saya tidak ingin Agama yang saya anut dan saya sayangi ini runtuh hanya karena prilaku sebagian umatnya. Karena saya yakin Bukan Orang Kafir Yang Akan Menghancurkan Islam, tapi prilaku umat islam itu sendiri.

Detik Detik Awal Kehancuran Islam Sudah Dimulai

Seperti yang sudah diketahui, beberapa tahun kebelakang saya sempat dikagetkan oleh sikap pemerintah Angola yang mengharamkan Islam, artinya salah satu negara dibenua Afrika tersebut mengilegalkan segala pernik yang berbau Islam.

Ini semua mereka lakukan karena mereka beranggapan bahwa Islam adalah sebuah sekte sesat, BUKAN sebuah agama. Mereka telah melihat apa yang dilakukan oleh orang-orang Muslim terhadap orang Kristen, khususnya di Afrika, karena itu mereka mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah hal yang sama terjadi di Angola.
Siapa yang salah..?
Sikap umat islam itu sendiri bukan..?

Penolakan Larangan Islam Para Ulama Didunia

Atas pernyataan pemerintah Angola mengharamkan Islam berada dinegaranya, Ulama sedunia di bawah kepemimpinan Syaikh Dr. Yusuf Qaradhawi mengecam pengharaman terebut. Bahkan lebih jauh lagi para ulama tersebut mengajak organisasi internasional dan regional untuk membela hak-hak minoritas umat Muslim yang ada di Angola.

Artinya, dari kejadian ini para ulama tidak mampu mengambil hikmah. karena yang mereka lakukan justru hanya mengadu dan mengecam, tidak mengambil tindakan yang relevan bagi kebaikan umat muslim itu sendiri. Seharusnya para ulama berpikir, kenapa pemerintah Angola sampai mengharamkan Islam. jangan cuma berkutat di area dogma saja, gunakan juga pemikiran logis.

Intropeksi, Kenapa hampir semua komunitas keagamaan di dunia selalu saja bersinggungan secara frontal dengan elemen-elemen Islam radikal. Misalnya, di India masih adanya bentrok Hindu-Muslim, di Myanmar belum berhenti bentrok antara Buddhis-Muslim, di Filipina selatan bentrok Katolik-Muslim, di Palestina terus bersitegang antara Yahudi-Muslim, bahkan di Suriah sedang berdarah-darahnya bentrok antara Sunni-Syiah.
Mengapa hampir semua kelompok keyakinan bentrok dengan sebagian umat Islam?
Ini seharusnya bisa menjadi bahan insptrospeksi diri untuk memperbaiki sikap umat islam agar tidak terjadi lagi kasus Angola-angola lainya.
Karena bila yang para ulama lakukan hanya mengecam, karena menyangkut hak hak umat Islam, mereka yang non islampun akan dengan mudah membantah lalu membalikanya Karena larangan ini sama dengan larangan di Saudi Arabia.

Penutup

Arab Saudi adalah negara yang menerapkan kebijakan satu agama. Sangat dilarang selain beragama Islam menjadi warga Arab Saudi. Tentu saja hal ini menjadi bahan pemikiran juga, sebab faktanya ada juga warga Saudi yang ternyata berkeinginan menganut atau mengganti kepercayaannya dengan kepercayaan lain. Tak ada tempat ibadah lain di Saudi selain mesjid. Kini bahkan diketahui bahwa ada warga Saudi yang menerapkan mazhab berpikir ala atheis secara sembunyi-sembunyi, jumlahnya mencapai sekitar 5% dari populasi penduduk. Selain itu, Saudi pun melakukan kebijakan diskriminatif pada kelompok minoritas syiah. Ini juga patut dipikirkan.

Jadi silahkan saja para ulama Islam mengecam pemerintah Angola, dan itu sah. Namun menurut saya lebih baik intropeksi diri demi kebaikan umat.
Karena tidak mungkin Orang tua memarahi anaknya tanpa sebab.


Taohids

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang , :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.