12 September 2016

Contoh Khotbah Qurban Yg Relevan Diabad Internet

Taohids Channel_12 September 2016

Allahuakar.. allahukbar.. allahuakbar walillahilhamdu..
" Sesungguhnya ada suri TULADAN yg baik untukmu dari Ibrahim dan orang orang yang bersama dengan dia".

Inilah Qurban..

Tetes air mata yang mengiringi meninggalnya 2 keponakan saya yang sedang lucu lucunya. Atau seperangkat alat Shalat yang saya sembahkan untuk istri saya sebagai mas kawin, Itu semua adalah simbol ungkapan hati.
Dimana saya begitu kehilangan akan dua keponakan saya. Juga betapa besar rasa cinta saya terhadap istri. Tapi air mata dan mas kawin, tidak bisa berbuat apa apa. Apalagi merubah kenyataan.
Dia hanyalah simbol ungkapan hati, hanya sebuah tanda. Air mata dan mas kawin, bisa diganti dengan apapun. Namun isinya, getaran hati yang ditumpahkan, tetap sama.

Begitulah Qurban.

Yang kita sembelih, hanyalah simbol
Sebagai tanda kerelaan
Sebagai tanda kepedulian
Sebagai tanda kepatuhan terhadap perintah Tuhan.

Tetapi Qurban

Apakah masih relevan di abad sekarang dengan menyembelih Hewan.?
14 abad yang lalu, saat orang orang Arab berada dimasa kegelapan, disaat mereka sedang dilanda kelaparan, Daging tentu saja menjadi barang yang mewah, hingga banyak orang yang memimpikan untuk bisa memakan daging. Itulah sebabnya hewan disembelih.
Dan menjadi sangat relevan sebagi materi ibadah Qurban.

Zaman sekarang Qurban

Bila hasrat Qurban memang berasal dari keikhlasan atas kemauan, atau berasal dari rasa kepedulian, materi qurban tentu bisa diganti dengan apa saja, tergantung kebutuhan sosial di sekelilingnya. Ini tentu akan sangat menjadi relevan.
Dimana orang orang disekitar kita sudah terbiasa kenyang, urusan perut tentu bukan lagi sebuah impian. Bukan lagi menjadi standart kemelaratan nasional.

Intinya, saat seseorang menyodorkan daging qurban kepada saya, yang sudah merasa kenyang akan daging, Tentu saja domba kesayangan mereka akan menjadi sia sia.
Si domba dan si sapi sudah menjadi tumbal.
Darahnya yang tercecer tidak lagi menggetarkan.
Rohnya sudah mati.
Yang ada, hanyalah tinggal pesta daging.
Foya foya berjamaah dalam urusan perut.

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang , :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.