15 February 2017

Mengenal Golongan Islam Terbaru Buatan Saya

Momos Fobetor_15 February 2017

Basic saya dalam berkeyakinan adalah seorang muslim. Dari kecil saya sudah dididik untuk mengikuti semua aturan hidup menurut syari'at Islam. Namun orang tua saya (khususnya kakek) tidak pernah memberi tahu ataupun menyarankan golongan mana yang harus saya ikuti.

Beliau hanya pernah berkata kepada saya, " Sekarang kamu masih kecil dari sisi pemikiran dan mental. Nanti bila kamu sudah dewasa dan mampu berpikir, carilah sendiri, golongan mana yang menurutmu baik. Dan semua pelajaran yang sudah kakek berikan selama ini adalah modal untukmu mencarinya ".

Sekarang, setelah saya dewasa dan sedikit bisa berpikir, anehnya masih belum juga mampu untuk memilih golongan mana atau madzhab Islam mana yang harus saya ikuti. Masalahnya kenapa.?
Apakah saya yang belum mampu, atau pelajaran kakek saya yang memang menjerumuskan saya pada kebuntuan.? Malah dalam pikiran saya, justru besar keinginan untuk menciptakan madzhab sendiri, untuk saya sendiri, yang umatnya saya sendiri.


Sebab dipandang dari berbagai sisi, baik dari sisi sejarah, tokoh tokohnya, teologi dan semacamnya, semua tidak bisa membuat saya tertarik untuk mengikuti golongan manapun. Apalagi menilik perjalanan golongan Islam terbesar di Indonesia seperti NU, Persis, ataupun Muhammadiyah, awalnya ternyata hanya sebuah Partai Politik.


Dari situ dan dengan pertimbangan lainya, akhirnya saya memutuskan untuk menjadi golput. Menjadi seorang Islam Nihilisme, Seorang Islam tanpa madzhab atau golongan. Cukup hanya Islam yang benar menurut saya sendiri, sebagai muslim tanpa embel embel. Dan semua resikonyapun tentu ditanggung oleh saya sendiri.

Apakah itu boleh.?
Apakah saya sudah sesat.?
Apakah saya sudah kafir.?

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang , :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.