Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Resiko Pluralisme Di Indonesia

Resiko Pluralisme Di Indonesia - Kita semua tahu, kalau Indonesia itu terbangun dari keaneka ragaman, baik sosial, budaya maupun agama. Intinya Indonesia itu lahir memang dari kebhinekaan. Kebhinekaan, tidak akan lepas dari istilah pluralisme. Plural artinya beragam, dan isme artinya paham. Jadi pluralisme itu artinya paham keberagaman.

Gus Dur adalah contoh orang yang berpaham keberagaman. Dia bisa menapak kesana kemari karenanya. Tidak memandang sosial, budaya, ataupun agama, beliau bisa akur.
Dan itu pulalah yang saya tiru, karena seperti yang sudah saya katakan di atas, Indonesia itu negeri keberagaman, dan sebagai bangsa Indonesia, tentu saya harus menerima itu. Namun karena rata-rata orang indonesia itu kaku dengan kadar fanatisme tinggi, Pluralisme menjadi paham yang tidak diterima.

Efeknya tentu saja orang yang menerima keberagaman dari berbagai hal seperti saya juga Gus Dur, akan selalu mendapat penilaian secara negatif. Disebut sebagai ular kepala dua, orang sesat atau kafir itu sudah biasa. Tapi Gus Dur bilang:
" Acuhkan, gitu saja kok repot ".


Taohids

Taohids
Taohids Orang biasa yang berpikiran diatas orang normal, alias abnormal. Kasarnya, saya ini hanya orang gila.

Post a Comment for "Resiko Pluralisme Di Indonesia"