28 November 2018

Sebab Jokowi Harus 2 Periode

Taohids_28 November 2018

Bagi saya seorang buruh kecil yang mengarungi kehidupan realita sebagai sopir truk, siapapun yang menjadi presidennya tidak pernah saya ributkan. Penyebabnya mungkin karena siapapun yang memimpin negeri ini, tidak pernah memberi perubahan yang signifikan terhadap kehidupan kongkrit saya. Sebaliknya, sepanjang saya hidup dan sepanjang yang saya rasakan dari mulai presiden ke 2 sampai sekarang, hidup saya tetap saja susah.

Namun harus saya akui, saya ini manusia bodoh yang hanya lulus SMP. Saya titak pernah memikirkan apapun selain menafkahi keluarga. Saya tidak pernah memikirkan politik, pemerintahan, maupun kebijakan-kebijakanya. Dan mungkin karena kebodohan inilah, yang akhirnya saya tidak pernah tersentuh oleh kebijakan pemerintah siapapun presidenya. Hingga akhirnya kehidupan saya selama ini begini-begini saja.

Lalu kenapa tulisan ini berjudul " Sebab Jokowi Harus 2 Periode " ?

Pertama-tama tentu saya harus menyingkirkan dahulu masalah pribadi yang sudah saya urai diatas, karena saat membicarakan seorang Presiden, itu artinya saya membicarakan seorang pemimpin Negara, seseorang yang memimpin ratusan juta pribadi. Jadi tidak adil rasanya jika saya menilai presiden hanya berdasar opini satu pribadi atau satu golongan.

Sepanjang yang saya ketahui dari pemberitaan media, secara nasional Jokowi sudah sukses membangun Indonesia timur.  Beliau sudah sukses mengangkat peradaban pribadi-pribadi yang selama ini "dianak tirikan" menjadi lebih baik. Sebut saja misalnya masyarakat Papua, Maluku dan sekitarnya.

Selain itu, baru dalam periode Jokowi-lah saya mengenal orang-orang berkualitas dalam pemerintahan. Bukan berarti pada periode-periode sebelumnya tidak ada orang berkualitas dalam pemerintahan, namun pada masa sekaranglah banyak saya temukan pemimpin-pemimpin yang kulitasnya satu tingkat diatas pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Saya tidak mau kehilangan Menteri kelautan Ibu Susi Pujiastuti yang kerjanya sudah terbukti. Saya tidak mau kehilangan Menteri keuangan Ibu Sri Mulyani. Saya tidak mau kehilangan Ahok, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Kang Yoto, Nurdin Abdullah, dan sebagainya. Mereka semua adalah pemimpin-pemimpin perubahan dengan kerjanya. Mereka adalah inspirator bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jadi jawaban dari judul tulisan ini adalah, saya tidak ingin perubahan-perubahan kemajuan ini berhenti, apalagi mundur karena ganti presiden. Yang otomatis akan merubah kebijakan-kebijakan dan personil-personil yang sudah terbukti bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang walau bagi saya pribadi belum.

Mengganti presiden menurut saya sama dengan melempar dadu, yang ditanam adalah harapan-harapan perubahan. Beruntung bila perubahan itu menjadi lebih baik, bagaimana kalau berhenti atau malah kemunduran yang kita dapat.? Karena memang begitulah hasil dari cara coba-coba melempar dadu. Janji-janji politik memang terdengar manis dan menggiurkan. Namun jangan sampai dalam pribahasa sunda bilang " MORO PEUSING NGALEUPASKEUN JULANG ".


Taohids

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.