08 October 2019

Sebab Menyebar Hoax Dianggap Mulia

Taohids_08 October 2019

Sebagai manusia yang tidak sempurna apa lagi mulia, saya juga pernah ko nyebarin berita hoax, terutama berita-berita pendukung apa yang saya yakini dan saya pikirkan.

Saat itu saya memang tidak peduli dengan  validitas sebuah berita, atau kredibilitas media sumber berita itu berasal. Asal cocok dihati, langsung share.
Tidak tahu apakah berita itu bohong atau tidak, fakta atau hoax, Karena saya tidak pernah cek dan ricek. Yang penting nafsu share di sosmed terlaksanakan, itu sudah cukup.

Tapi sepandai-pandainya menyembunyikan kebohongan, pasti akan ketahuan juga. Ujaran itu betul, seiring berjalanya waktu, apa yang saya bagikan ternyata adalah hoax.

Karena saya ini tidak tebal muka, maka rasa pertama yang hinggap pada sanubari saya adalah perasaan malu,
Malu karena yang saya lakukan ternyata salah
Malu karena saya menyebar kebohongan.
Malu karena saya pernah ngotot mengatakan kepada orang lain kalau isi berita itu saya anggap kebenaran.

Dan sikap saya setelah ketahuan menyebar berita hoax adalah meminta maaf, itu untuk menutupi rasa malu saya. (Kalau saya orang Jepang mungkin langsung harakiri haha..)
Setelah itu lalu menghapus berita hoax yang saya bagikan.
Dan akhirnya sayapun tobat menyebar berita yang belum jelas validitasnya.

_____

Itulah contoh lonjakan kepribadian manusia, atau evolusi kepribadian.
Dari jahat menuju baik
Dari salah menuju benar
Dari grasak grusuk menjadi kritis.

Tapi ini hanya berlaku bagi yang mengerti hakikat kebebasan, karena manusia itu bebas melakukan apapun, asal tidak mengartikan kebebasan sebagai ugal-ugalan.

Bagi pribadi yang sudah terdoktrin atau termakan dogma akan sangat sulit untuk keluar. Ini sama seperti kerbau dicucuk hidung, yang bisa dilakukan hanya berputar putar disepanjang rentang tali.

Itulah sebabnya walaupun sudah menyebar berita hoax, mereka tidak akan merasa salah, malu apa lagi meminta maaf. Malah apa yang dia lakukan akan selalu di anggap mulia dan benar, dianggap jihad. Karena kebenaran yang mereka pahami itu sudah di batasi oleh doktrin dan dogma.

Takbir..!!!

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang , :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.