12 November 2019

Apakah Relevan Assallamualaikum Sebagai Ucapan Salam?

Taohids_12 November 2019

Salam adalah sebuah bentuk komunikasi manusia untuk menunjukan kehadiran atau menunjukan perhatian. Salam biasanya diekspresikan melalui ucapan, gerak tubuh atau gabungan keduanya. Dan pengucapan salam biasanya keluar saat bertemu dengan seseorang atau bertamu ke rumah orang lain.


Di negara yang kaya akan bahasa, ratusan bahkan ribuan kata yang bisa digunakan untuk mengucap salam. Contohnya saat sedang bertamu ke rumah orang lain. Sebagai orang sunda, kebiasaan ditempat saya saat bertamu adalah mengucap salam dengan kata " Punten " atau "Sampurasun", sedangkan jawabanya adalah "Mangga" atau " Rampes".

Namun entah karena adanya kesamaan kata antara assallamualaikum dengan salam, kearifan lokal ini jadi kalah oleh dominasi agama, bahasa punten dan sampurasun tergantikan oleh kata Assalamualaikum. Padahal sepengetahuan saya, Assallamualaikum ini adalah kalimat saling menDo'akan, satu paket dengan jawabanya yaitu Waalaikumsallam.

Jika ada yang mendengar doa ini ( Assallamualaikum) mungkin tidak ada masalah, tapi jika tidak ada yang mendengar (misalnya tuan rumah sedang tidak ada), otomatis do'a ini menjadi sia-sia atau mubazir. Sedang orang yang memubazirkan sesuatu, disebut sebagai saudara setan.

Jadi hemat saya, kembalikan saja ucapan salam itu sebagaimana kebiasaan atau budaya kita, sebagaimana aslinya mengucapkan salam (punten atau sampurasun). Kalaupun tidak ada yang menjawab, tidak akan jadi mubazir karena itu bukan kalimat do'a.

Nah.. bila kita sudah bertemu muka dengan si empunya rumah, baru ucapkan Assalamualaikum. Dan pemilik rumah sebagai yang di doakan, wajib membalas dengan kalimat Waalaikumsallam pada tamunya. Maka yang terjadi adalah saling mendoakan dan tidak jadi mubazir.

Ini sebetulnya salah satu bentuk ketaqwaan, dimana dalam kata takqwa ada waro'i yang berarti apik atau harus berhati-hati saat melakukan apapun. Tapi bagi yang kurang berhati-hati kearifan lokal ini malah di plesetin jadi campur racun.

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang , :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.