03 November 2019

Polemik Pemakai Cadar Di Indonesia

Taohids_03 November 2019

Polemik cadar yang sedang viral sekarang ini, akar masalahnya menurut saya berasal dari perbedaan madzhab tentang aurat. Yang satu mengatakan aurat itu seluruh tubuh wanita, yang satu lagi nengatakan kecuali telapak tangan dan wajah.


Aslinya rata-rata orang Indonesia itu pengikut imam syafi'i, makanya dalam konteks ibadah saja, contohnya dalam shalat, yang terlihat dari tubuh wanita itu telapak tangan dan wajah. Imam Maliki malah lebih ekstrim dalam menilai cadar.  Menurutnya penggunaan cadar hanyalah kebiasaan cara berpakaian, konteksnya tidak pada posisi ibadah tapi pada konteks sosial dan budaya.

Artinya jika cadar hanya sebuah kebiasaan atau budaya, maka pemakaianya harus disesuaikan dengan kultur dan kebiasaan masing masing. Jika tidak, Imam Maliki malah berani menilai makruh bila menggunakan cadar tidak pada tempatnya.


Merunut pada kasus kasus yang terjadi karena masalah cadar, seperti lahirnya fenomena crosshijabers, atau kaburnya narapidana karena cadar, menurut saya pemahaman Imam Maliki ini sangat masuk akal. Begitu juga saat kemenag melarang pemakaian cadar bagi ASN, sangat masuk akal. Karena hal hal negatif menyangkut keamanan negara oleh pengguna cadar yang "nakal', kemungkinanya besar sekali.


Namun masalahnya adalah kenapa masih banyak orang yang tidak mau menerima..!?

Menurut saya masalahnya adalah KURANGNYA PENGETAHUAN. Ini PR juga buat kemenag, bagai mana cara instansi ini mengedukasi umat. Terutama dari media dakwah, yang notabene sebagai corong pengetahuan umat akar rumput. Selama ini kebanyakan tema dakwah isinya melulu hanya bersifat dasar. tidak berubah sejak 14 abad yang lalu. Harus begini begitu, jangan begono begini. Kalau tidak begitu dakwah saling menjelekan dan saling memuji.


Makanya pantas kalau masih ada orang yang menganggap cadar itu sunah nabi. Melarangnya, sama saja dengan melarang mengikuti nabi. Padahal orang orang pra islam pun sudah menggunakan cadar. Bahkan umat Yahudipun menggunakan cadar.

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang , :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.