02 November 2019

Sisuci Dan Sikotor Dari Cara Berpakaian

Taohids_02 November 2019

Banyak orang yg merasa punya hak untuk menghakimi perempuan karena pakaian minim atau kurang. Misalnya kurang bahan, kurang atas, kurang longgar, dst. Lalu mencap mereka sebagai tidak sopan dan melanggar nilai nilai. Seolah olah pakaian seksi yang mereka pilih adalah pilihan terburuk didunia.


Dan anehnya banyak orang yang merasa bangga bisa menghakimi orang lain atas nama nilai nilai hanya karena pakaian. Dasar si murahan, dasar si jablay, si teu boga adab, si teu nyaho agama, dst.
Namun apakah kenyataanya seperti itu.!?
Belum tentu..!!


Bisa saja si seksi ini hanya ingin mengekspresikan diri. Bisa saja itu hanya bentuk aktualisasi diri, Dan bisa juga si seksi ini hanya ingin tampil simpel tanpa pernah berniat membangunkan burung lelaki beriman yg tidak kuat iman.

Fenomena diatas, berbalik 180 derajat saat menteri agama menghakimi pemakai cadar. Orang yang gemar menghakimi pakaian seksi berdalih " Cadar itu urusan pribadi bukan urusan negara".
Lalu apakah pakaian seksi bukan urusan pribadi.?
Kalau ya, lalu kenapa tiba tiba menjadi urusan antum.!?
Alasanya apa.!?
Apakah antum sudah merasa paling suci, paling sopan, paling bermoral dan paling tahu agama.!?


Alasan menteri agama itu jelas, tidak seperti alasan antum yang khayalan tingkat dewa. " Cadar tidak boleh digunakan dalam ruang lingkup kementrian karena bukan pakaian resmi untuk ASN ". Selain itu cadar juga berbenturan dengan standart keamanan negara. Sebab banyak terjadi kasus tindak pelanggaran dengan menggunakan cadar.

Ingat fenomena crosshijabers.?
Ingat kasus bom surabaya, kasus pembobolan ATM di Jakarta, atau kasus kaburnya napi dengan cara memakai hijab bercadar.!? 

Anda pasti ingat dan dengan sadar tahu itu. Ini tidak ada hubunganya dengan Agama, namun jika karena Agama membuat anda menjadi tidak ingat atau pura pura tidak tahu pada fenomena di atas, maka tidak heran jika ada orang menganggap agama adalah racun. Bukan agama yang meracuni anda, tapi anda yang keracunan agama. Karena banyak juga orang yang mengkonsumsi agama, tapi tidak sampai keracunan agama.


Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang , :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.