11 November 2019

Strategi Kampret Yang Ditinggalkan Prabowo

Taohids_11 November 2019

Strategi Kampret Yang Ditinggalkan Prabowo

Penulis paham betul apa yang dirasakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, pasca kegagalannya menduduki kursi RI1 untuk periode 2019-2024. Padahal sudah beberapa kali Pak Prabowo menjadi calon presiden dan selalu gagal. Hingga akhirnya Presiden terpilih Jokowi mengangkat beliau menjadi Menteri Pertahanan untuk lima tahun kedepan.

Seperti kita ketahui saat pemilihan presiden kemarin, kebanyakan pendukung Prabowo adalah kaum agamais. Beliau ini didukung oleh banyak ulama, kiai, bahkan ormas islam. Jutaan orang yang mendoakan beliau di monas, berjilid-jilid ijtimak ulama untuk mendorong Prabowo agar Jokowi bisa dikalahkan. Belum lagi do'a kontroveri Neno Warisman yang menuai banyak kritikan, ditambah dengan 5 kali mimpi Ustadz Abdul Somad, harapan Prabowo untuk menjadi presiden sangatlah besar.

Namun kenyataanya, kembali Pak Prabowo menuai kekalahan. Entah do'anya yang salah atau pendo'anya yang salah, yang jelas Tuhan belum mengijinkan Prabowo untuk jadi presiden. Hingga harapan yang sudah membumbung tinggi langsung ambruk tak tersisa. Jika penulis yang ada di posisi Pak Prabowo, tanpa pikir panjang lagi pasti minum kopi sianida. hahaha..

Yang menarik adalah saat Prabowo mengadakan rapat di komplek Senayan bersama komisi I siang tadi (11/11/19), dalam acara pemaparan program kerja kementrian pertahanan tersebut dia berkata,
"Dalam perumusan kebijakan umum nanti, saya menganut istilah sederhana, kebijakan kita tidak boleh didasarkan atas harapan. Jangan berharap mudah-mudahan tidak ada negara yang mengganggu kita. Maaf, strategi tidak boleh didasarkan pada doa. Policy dan strategi adalah investasi. Investasi adalah SDM dan teknologi, doktrin, strategi yang tepat dan kekuatan yang memadai."
Apa yang dikatakan Prabowo diatas, memang tidak ada kaitanya dengan tulisan ini, namun bila melihat keseriusan beliau sebagai menteri pertahanan, menurut saya dia berkaca dari pengalamanya gagal nyapres. Dimana Do'a dan harapan yang diberikan pendukungnya tidak sesuai dengan kenyataan. Maka wajar jika Prabowo yang notabene mantan prajurit tidak mau mempertaruhkan pertahanan negara hanya dengan do'a, harapan, apa lagi mudah-mudahan seperti yang dilakukan kampretors saat mendukungnya.

Sekian

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.