07 December 2019

Sebab Saya Membela Gus Muwafiq

Taohids_07 December 2019

Kemarin saya menonton sebuah video ceramah seorang Buya di Youtube, isinya adalah tanggapan mengenai ceramah kontroversi Gus Muwafiq, yang dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW. Dalam ceramahnya beliau mengatakan yang benar tetap benar, dan yang salah tetap salah. Intinya walau Gus Muwafik sudah mengklarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, siapapun tetap tidak boleh membela yang salah. Itu artinya saya tidak boleh membela Gus Muwafik, jika saya membelanya Buya menambahkan "itu fanatik buta". Ini bisa berbahaya bagi seorang muslim karena disebut akan lebih mencintai Kiai dari pada mencintai Nabi-nya.

Masalahnya adalah;

Apakah yang dikatakan Gus Muwafiq itu memang salah ? Jika ya, apa parameternya, atau apa ukuran sebuah ceramah itu di anggap salah atau di anggap benar.?
Ukuranya jelas yaitu referensi, dan saat seseorang berceramah agama, maka referensinya haruslah dalil. Tapi jangan lupa juga bahwa dalil itu ada tingkatanya. Dalil Al Qur'an ini referensi utama, bagi seorang muslim tingkat kebenaranya tidak bisa dibantah, karena Qur'an adalah Firman Allah SWT. Selanjutnya dalil Hadist yaitu dalil yang dianggap perkataan dan sikap Nabi. Dari sini, dalil mulai rancu. Disebut rancu karena dari sinilah awal mula orang banyak memelintir dalil Hadist demi kepentingan. Belum lagi dalil yang berasal dari fatwa, ijtimak, atau dari catatan catatan para tokoh muslim, yang kebenaranya masih bisa digoyang.

Gus Muwafik


Makanya jaman sekarang tidak akan sulit mendengar ceramah agama yang isinya adalah fitnah, hoak, intimidasi, takviri, ujaran kebencian, dengan penggunaan bahasa yang kotor juga kasar. Dan itu mereka anggap sebagai benar dan mencontoh Nabi. Dan pengikutnya begitu mati-matian membela mereka dengan membenarkan semua yang mereka ucapkan walau kotor bahkan diajak membunuh. Kenapa Buya tidak bersuara terhadap hal ini.?

Yang menganggap Gus Muwafik telah menghina Nabi. Ya orang-orang itu juga, gerombolan pengasong khilafah yang suka memutar balikan fakta dan mendefinisikan sesuatu sesuai nafsunya. Ini sangat berbahaya sekali.

Semua orang tahu Ustadz Efendi pernah mengatakan " Nabi muhammad pernah sesat". Atau saat Ustadz Abdul Somad mengatakan " Nabi Muhammad tidak mampu menjadi rahmatan lil alamin " didepan jemaah HTI, Ini jelas sebuah penghinaan karena apa yang mereka katakan tidak sesuai dalil. Lalu apakah mereka disebut penghina Rhasul.? tidak.. karena kedua ustadz tersebut segolongan dengan mereka. Jadi definisi "penghina Rhasul" tidak berlaku untuk golongan mereka.

Sedang Gus Muwafik adalah kiai NU, kiai yang selalu mengecam para pengasong khilafah di bumi Nusantara, Maka pantas jika Gus Muwafik dianggap sebagai penghalang, sebagai musuh yang harus di singkirkan apapun caranya. Saya bukan orang goblok yang bisa dengan mudah dicuci otak oleh ustadz pengasong khilafah, sebagai manusia saya tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Jadi saat kebaikan dan keburukan di adu, kebaikanlah yang saya bela, bukan Gus Muwafiknya.

Sekian

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang , , :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.