08 January 2020

Saat Pak Anies Baswedan Dikepret Anak SMA

Taohids_08 January 2020


Pak Anies bukan gak tahu apa lagi gak ngerti.. Dia mesti ngerti lah mana yang terbaik antara normalisasi dan naturalisasi untuk kali Ciliwung, guna menanggulangi banjir. Gelarnya aja berjejer, lulusan UGM, malah pernah sekolah diluar negeri. Faktanya, walau dipecat, Pak Anies pernah jadi menterinya pak Jokowi.


Namun saat dia memotong anggaran penanggulangan banjir sampai 500M, atau saat dia tidak mendengar 4 kali peringatan BMKG, Saya pikir Pak Anies memang sengaja membiarkan Jakarta tenggelam. Dia tidak serius menanggulangi banjir.

Sekarang mari kita lihat setiap ada kejadian dijakarta, pola langkah Pak Anies itu hampir sama.

Ingat demo ricuh tempo hari yg membuat Jakarta geger.!?
Tidak ada pencegahan sama sekali, tidak ada larangan atau himbauan. Masalah anak sekolah mau ikut demo saja Anies tidak bersuara, malah menyerahkan wewenangnya (melarang atau tidak) pada kepala sekolah.

Setelah ada korban, baru Anies merapat.. Cepat sekali dia menjenguk para korban, bahkan membiayai semua biaya pengobatan di rumah sakit.

Pola langkah saat menghadapi banjir sekarangpun sama, dia tidak berusaha mencegah.. dia baru aktif setelah ada korban. menjenguk, terus berlumpur lumpuran mengerjakan yang bukan pekerjaanya, dengan tujuan meraih emosi masyarakat. Bahwa dia itu gubernur rasa presiden.
Ini tentu akan menguntungkannya di ilpres 2024 nanti.

Selain itu yang terlihat adalah pembangkanganya terhadap pemerintah. Dia menolak datang saat 2 kali diajak kerja sama oleh menteri PUPR. Bahkan dia membantah program normalisasi yang seperti terlihat pada gambar, yang anak SMA pun tahu naturalisasi tidak cocok diterapkan di Jakarta.

Belum lagi saat Anies mengatakan bahwa pompa air diseluruh Jakarta berjalan dengan baik. Padahal menurut walkot Jakarta Barat pompa ditempatnya tidak bekerja, selain karena rusak, bahan bakar solarnya juga tidak ada.

Namun yang paling hebat, adalah saat Pak Jokowi menuding bahwa terjadinya banjir Jakarta adalah karena sampah. Begitu cekatan dia membela diri dengan alasan bandara yang tidak ada sampahpun masih kebanjiran. Padahal menurut petugas pintu air, diakui bahwa penyebab tergenangnya air adalah karena sanpah.

Puncaknya adalah saat Anies menyalahkan air dari selatan, lalu dengan cekatan TGUPP menyuruh Pak Jokowi untuk menangkap air di Bogor. Disini jelas, yang disalahkan Anies Adalah pemerintah pusat, Terutama Jokowi. Dia ingin citra Jokowi luntur dimata masyarakat dan dunia. Dia ingin menyampaikan bahwa Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia belum mampu menanggulangi banjir.

Yang malu siapa..!?
Siapa lagi kalau bukan rakyat indonesia, terutama kepala negaranya Jokowi.
Sementara Anies, dialah yang akan disebut sebagai pahlawan banjir, karena mau bergelut dengan lumpur, yang oleh Bu Rodiah disebut sebagai "good bener" dan "gubernur Indonesia "

Taohids

Bagikan Artikel Ke Sosial Media


Artikel Terkait lainya tentang , :

0 Comments

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.